Senin, 23 Februari 2009

penelursuran badai matahari 21 desember 2011



Akibat Reaksi Badai Matahari dengan Medan Magnet Bumi
Cahaya-cahaya Angkasa Menghiasi Langit Utara

Jakarta, Kamis

Kirim Teman | Print Artikel

ist
cahaya langit yang tampak di Yampa, Colorado, difoto oleh Jimmy Westlake tanggal 29 Oktober

Hantu-hantu berwarna hijau, gumpalan-gumpalan cahaya indah yang menebarkan suasana mistis, dan tirai para peri yang berpendar-pendar, terlihat di langit belahan Bumi utara hari-hari ini. Tarian-tarian cahaya yang dimainkannya menimbulkan pemandangan spektakuler bagi semua orang yang memandang ke atas.

Para pengamat langit tidak melewatkan kesempatan ini untuk memotret cahaya-cahaya penuh warna yang tidak lain adalah aurora. Kali ini, aurora hadir akibat badai matahari yang menerpa Bumi beberapa hari terakhir. Bentuk-bentuk seperti cincin yang mengambang terlihat di Norwegia, spiral warna-warni di Arizona, dan tirai keemasan di Australia.

ist
Juha Kinnunen menangkap "hantu" ini di daerah Lapland, Finlandia
Di Finlandia, Juha Kinnunen berhasil mengambil foto "wajah hantu" seperti gambar malaikat pencabut maut yang digambarkan di komik-komik. Beberapa bagiannya tampak seperti dua makhluk yang sedang terbang ke langit.

"Saya beruntung bisa mendapatkan foto itu, karena sesaat kemudian cahaya-cahaya di hadapan saya berubah bentuk," ujar Kinnunen yang memotret di daerah Lapland. "Hal itu memperlihatkan betapa aurora berubah bentuk dengan cepat. ’Hantu’ yang saya potret itu pun hanya tampak beberapa saat saja."

Aurora, atau dikenal juga sebagai cahaya utara dan selatan, menampilkan cahaya-cahaya indah di langit malam akibat partikel-partikel bermuatan listrik dari matahari bereaksi dengan atom-atom dan molekul-molekul atmosfer Bumi.

Cahaya-cahaya ini kebanyakan ditemuakn di ujung utara atau selatan Bumi, walau aurora yang kuat bisa pula terlihat di langit dekat khatulistiwa Bumi. Aurora yang terjadi di utara, misalnya, bisa saja terlihat hingga Meksiko.

Gangguan satelit dan komunikasi

ist
Tirai bidadari yang diambil oleh Bryan Nam di Spokane Valley, Washington
Cahaya-cahaya langit cenderung tampak pada musim gugur dan semi. Namun aurora kali ini berkaitan erat dengan aktivitas matahari. Dari waktu ke waktu sang surya menyemburkan gas dan radiasi kuat, yang bila bertautan dengan medan magnet Bumi, dapat memunculkan aurora, selain juga menimbulkan gangguan pada satelit dan sistem komunikasi.

Semburan badai Matahari hari Selasa (28/10) yang mencapai Bumi hari Rabu petang WIB, telah menimbulkan gangguan pada jaringan listrik di AS dan Kanada. Para teknisi terus menerus memonitor perkembangan agar jaringan listrik ini tidak putus. Namun demikian, hanya sedikit gangguan akibat badai matahari yang dilaporkan sampai saat ini.

Gangguan itu antara lain adanya sebuah satelit Jepang yang sempat tidak berfungsi. Penyebabnya diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas matahari. Di samping itu, beberapa instrumen pada satelit pengamat matahari Solar and Heliospheric Observatory (SOHO), sementara dimatikan untuk menghindari kerusakan.

Beberapa pesawat yang terbang di belahan langit utara, mengalami masalah kecil pada sistem komunikasinya, menurut pejabat penerbangan Kanada. Tetapi tidak ada penerbangan yang dibatalkan.

Astronot berlindung

ist
Hamparan berwarna-warni yang difoto oleh Sherry Buttnor, dari langit Metchosin, British Columbia
Meski gangguan yang terjadi hanya ringan saja, tak urung NASA memerintahkan dua astronot AS dan Rusia yang berada di stasiun ruang angkasa internasional (ISS), Mike Foale dan Alexander Kaleri, agar berlindung dan tidak melakukan space walking.

Keduanya adalah satu-satunya manusia yang saat ini berada di luar perlindungan atmosfer Bumi. Mereka diminta tetap berada di kapsul tempat tinggal yang menyediakan perlindungan radiasi, selama puncak hembusan badai Matahari berlangsung.

Para ilmuwan menggolongkan semburan badai matahari menggunakan tiga kategori, yakni C untuk pancaran lemah, M untuk pancaran sedang, dan X untuk pancaran kuat. Semburan terkuat yang pernah tercatat adalah X20, terjadi tanggal 2 April 2001, namun tidak mengarah ke Bumi.

Pada bulan Maret 1989, sebuah pancaran berkekuatan X15 memadamkan listrik pada jutaan rumah di Kanada, sedangkan yang menerpa Bumi minggu lalu berkekuatan antara X1 hingga X5. Nah, yang menerpa Bumi saat ini secara langsung adalah pancaran berkekuatan X17,2


Hembusan Badai Matahari Akan Segera Mencapai Bumi

Jakarta, Jumat

Kirim Teman | Print Artikel

Ist.
Ledakan terang dari permukaan matahari, diperkirakan pusat dari badai yang pancarannya mengarah ke Bumi

Bila besok pager, ponsel, jaringan listrik, atau piranti yang menggunakan satelit milik Anda terganggu, jangan buru-buru menyalahkan PLN atau operator telepon. Barangkali gangguan itu timbul akibat hembusan gas dan partikel dari matahari yang menerpa tata surya dengan kekuatan tinggi.

Pancaran massa matahari (coronal mass ejection atau CME) atau sering disebut badai matahari diperkirakan akan mencapai Bumi hari Jumat sekitar pukul 19.00 GMT atau Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB. Efek peristiwa itu bisa berlangsung hingga 12 hingga 18 jam. Demikian diramalkan Pusat Pengamatan Lingkungan Ruang Angkasa milik NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) di Boulder, Colorado, AS.

NOAA mengeluarkan peringatan di atas setelah mendeteksi adanya gerakan badai dari matahari ke arah Bumi hari Kamis lalu. Menurut perkiraan mereka, badai memerlukan waktu hingga dua hari untuk mencapai Bumi.

Adapun arus dari matahari itu menyembur dari kumpulan titik-titik api matahari (sunspot) yang terdapat pada permukaannya. Perlu diketahui, sebuah noktah raksasa matahari yang dikenal sebagai kumpulan sunspot 10484, telah membesar menjadi seukuran Yupiter dalam beberapa hari terakhir ini. "Noktah" itu bergerak melintasi wajah sang surya dan kini berada pada posisi menghadap Bumi.

Kekuatan aktivitas matahari ini sesungguhnya dibedakan dalam skala-skala tertentu antara 1 sampai 5, seperti orang memberi skala pada gempa bumi. Angka 5 menunjukkan kekuatan yang sangat besar. Nah, badai matahari kali ini diklasifikasikan berada dalam skala 3, atau berkekuatan sedang.

Efek badai matahari

Ist.
Aurora yang terjadi karena badai matahari tahun 2002, terlihat di Norwegia
Beberapa pihak yang perlu memperhatikan fenomena ini antara lain adalah perusahaan penerbangan, karena badai matahari mungkin akan mempengaruhi sistem navigasi penerbangan. Para pengendali dan pengguna satelit juga harus waspada karena peristiwa ini akan sangat mempengaruhinya. "Satelit beredar di angkasa luar, sehingga aktivitas matahari akan sangat mempengaruhinya," ujar Larry Combs dari NOAA. "Peristiwa ini juga akan mempengaruhi ponsel kita, saluran televisi, dan bahkan listrik."

Untuk berjaga-jaga dari hempasan badai, dikatakan Comb, beberapa operator akan menyetel satelit mereka dalam mode "tidur", saat badai mencapai puncak kedasyatannya.

CME juga mempunyai efek biologis pada manusia. Oleh sebab itu badan antariksa AS mengeluarkan pemberitahuan pada awak stasiun ruang angkasa agar tidak melakukan space walk (berjalan di ruang angkasa) pada waktu ini.

Di samping menimbulkan badai magnetis dan radiasi, peristiwa ini bakal pula menghadirkan pemandangan spektakuler di langit belahan utara Bumi. NASA memperkirakan akan terjadi pancaran aurora pada malam hari yang bisa disaksikan hingga Oregon dan Illinois. (CNN/BBC/wsn)



Plasma pada angin matahari bertemu di heliopause

Angin matahari adalah suatu aliran partikel bermuatan (yakni plasma) yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari yang dikenal dengan korona. Kecepatan alirnya sekitar 400 km/dt, dengan waktu tempuh dari matahari ke bumi selama 4-5 hari.

Angin matahari tersusun terutama oleh elektron ber-energi tinggi dan proton (sekitar 500 keV), yang mampu melepaskan diri dari gravitasi sebuah bintang karena energi termal nya yang sangat tinggi.

Banyak fenomena yang diakibatkan oleh angin matahari, termasuk badai geomagnetik, aurora (cahaya utara), sebagai penyebab mengapa arah ekor komet selalu menjauhi matahari, serta formasi bintang-bintang jauh.


http://simpatizone.telkomsel.com/web/uploads/news/581.jpeg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar